Pelajaran Berharga dari Kasus Kekerasan Sahabat Sendiri.


Lamongan.satupena.my.id-Peristiwa tragis yang terjadi di wilayah Sukodadi, Lamongan, bukan sekadar kriminal biasa pada minggu 3 Agustus 2025. Kasus ini menjadi cermin buram betapa rapuhnya kendali emosi seseorang saat dibalut oleh pengaruh alkohol dan rasa cemburu yang membara. Dua orang sahabat yang awalnya hanya ingin menikmati waktu bersama, akhirnya berubah menjadi tragedi berdarah hanya karena emosi sesaat.

Kita belajar bahwa minuman keras bukan hanya merusak tubuh, tapi juga merusak nalar dan hati nurani. Bahkan, dalam kasus ini, membawa seseorang pada titik di mana nyawa orang lain tak lagi dianggap berharga.

Penting bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjauhi pergaulan yang rawan memicu tindak kriminal. Lingkungan warung, miras, dan kebebasan tanpa kontrol adalah pintu awal kehancuran moral dan hukum.

Kepada para pihak keluarga dan masyarakat luas, mari bersama-sama membangun kesadaran akan pentingnya pengendalian diri, penyelesaian masalah secara damai, serta memperkuat komunikasi dan pendidikan karakter di lingkungan kita masing-masing.

Dan kepada aparat penegak hukum, langkah cepat dalam penangkapan pelaku adalah bentuk keberpihakan pada korban dan keluarga, sekaligus memberikan efek jera bagi pelaku. Hukum harus menjadi penuntun agar tragedi serupa tak terulang di kemudian hari.

Editor: satupena.

Posting Komentar

0 Komentar